Raja Binongko Ke-VIII (La Makoro/La Siku-Siku/1631 – 1634M)
5:57 PM
Raja Binongko berikutnya adalah La Makoro/La Siku-Siku dan ia bergelar Raja
Binongko Ke-VIII. Berdasarkan Culadha
Tape-Tape, pada masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai raja yang kejam
dan suka memakan daging manusia. Hal inilah, yang menyebabkan banyak orang
Binongko berimigrasi ke daerah lain. Raja Makoro juga dikenal
dengan nama La Siku-Siku atau La
Badha Hitu Siku, di karenakan lebar badannya
tuju siku bila diukur dengan siku manusia biasa.
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Buton berkeinginan untuk menguasai
Binongko, tetapi selalu gagal. Pada tahun 1334 M, La Makoro dan dimakamkan
diatas bukit Kolo Makoro. Dengan kematiannya, membuat penguasa Buton merasa
kegirangan untuk menguasai kembali Pulau Binongko. Dan pada tahun yang sama
pula, Buton berhasil menguasai Kerajaan Binongko serta menjadi wilyah imperium kekuasaan
Buton serta sekaligus berakhirnya Kerajaan Binongko. (La Rabu Mbaru, 2016: 85).
Jika dilihat berdasarkan periode atau masa kekuasaan, raja di Kerajaan
Binongko tidak seperti raja di kerajaan lain yang berkuasa hingga akhir
hayatnya. Uniknya masa kekuasaan raja di Kerajaan Binongko tersebut tidak
terlalu lama dan menyerahkannya kepada calon raja berikutnya. Serta berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, sebelum Binongko berintegrasi dengan
Kesultanan Buton dalam Barata Kaledupa, Binongko sudah memiliki kerajaan tersendiri
dan berpusat di Koncu Kapala (Bukit
Kapal).
Post a Comment