Raja Binongko Ke-V (La Matameha/La Asa/1599 – 1615M)

5:10 PM
Setelah Raja Binongko ke-IV/ Lo Soro menyerahkan kekuasaan, maka yang memegang tampuk kekuasaan selanjutnya adalah La Matameha/La Asa dengan gelar Raja Binongko ke-V. Ia berkuasa selama 16 tahun, dari tahun 1599 sampai dengan tahun 1615 M.
Menurut tradisi Culadha Tape-Tape (tradisi lisan), bahwa sebelum La Matamehae menjadi Raja Binongko Ke-V, ia adalah salah seorang yang ahli dalam bidang hukum dan ahli nujum, sekaligus penasehat Kapitan Waloin saat menjadi Raja Binongko Ke-II. Di masa pemerintahan Raja La Soro (Kapitan Waloindi), beliau menjadi pemimpin pasukan perang, dan bila Binongko dalam keadaan darurat misalnya ada serangan Wolio atau Tobelo, maka ia berteriak dari Benteng Watiua dan dapat terdengar diseluruh Pulau Binongko. 
Silsilah keturunannya dijelaskan bahwa La Matameha adalah putra dari hasil perkawinan antara La Londe bersama Wa Rambanigiu, yang kemudian La Matameha kawin dengan Wa Mbedakomba lalu memiliki anak bernama La Siwatu, dan La Siwatu kawin dengan Wa Tarakamboi dan mempunyai anak bernama Wa Makanu dan La Manungkera. Wa Makanu kawin dengan Sipanyong (orang Galela Maluku Utara) di Tomia sebagai asal-usul orang Tomia, dan La Manungkera kawin dengan Wa Sauleama (orang Buton) yang kemudian tinggal di Kahedupa (Kaledupa) sebagai asal-usul orang Kahedupa (Kaledupa). (La Rabu Mbaru: 2016)
Seperti Raja Binongko sebelumnya, ia juga memerintah dengan adil dan bijaksana. Sebelum berakhir masa kekuasaan, pada 1615M La Matameha menyerahkan tahta kerajaan kepada La Ngkapiopio. Kemudian La Matameha kembali menjadi rakyat biasa dan meninggal di Kampung Potongke Naga-Naga Waloindi pada tahun 1636 M dan ia pun dimakam di tempat itu.     
Post Advertisement
Post Advertisement