Raja Binongko Ke-III (La Bherese/1545 – 1566M)
4:57 PM
Berdasarkan
Culadha Tape-Tape (tradisi lisan) menjelaskan
bahwa Raja
Binongko Ke-III ialah La
Bherese. Setelah itu ia kawin
dengan Rukuya (orang Sulu di Filipina). Lalu mereka mempunyai anak
bernamana Wa Ndungo. Kemudian Wa Ndungo kawin dengan La Jamani dan beranakan Wa
Minggu (Permaisuri Raja Kapitan Waloindi), La Patudhu, Wa Tampidha (penjaga hutan Watampida), La Tuempo (penjaga pantai
Mbara-Mbara), Wa Bulige (Manusia
Laut/Imbu Penjaga Sangia Lonto-Lonto
di perbatasan laut Flores dengan laut Binongko). Pada masa pemerintahan Raja La
Bherese, keadaan masyarakat Binongko aman, rezeki melimpah (Rebhorebho) baik di darat maupun di
laut.
Kemudian
pada tahun 1566 La Bherese menyerahkan tongkat Kerajaan Binongko kepada La Soro
sebagai Raja Binongko Ke-IV, maka La Bherese kembali bersemadi berpuluh-puluh
tahun di dalam gua pertapaan Ompu Patua Sumahil Tahim Alam sampai menunggu akhir
hayatnya. Sebelum menjelang kematian La Bherese berwasiat/berpesan kepada La
Soro bahwa bila tiba saat kematianku maka kuburkanlah saya di atas Loko Dhempa (batu keras) yang tinggi di Koncu
Patua Wali ini. (La Rabu Mbaru, 2016:
60)
![]() |
| Makan La Bherese/Raja Binongko Ke-III Sumber: Koleksi Foto La Rabu Mbaru |

Post a Comment